Perkenalan Keluarga Al Fatih


Sebenarnya nama keluarga kami bukan Al Fatih. Namun, karena putra sulung kami, Umar, menambahkan nama Al Fatih di belakang namanya di kartu ujian waktu Penilaian Akhir Semester kemarin, saya akhirnya memutuskan memanggil keluarga ini dengan nama Al Fatih (random sekali memang keluarga kami, ya). Saya pikir-pikir akan lebih juga menjelaskan mengenai keluarga saya ini kalau ada namanya. Daripada ngulang-ngulang keluarga saya, keluarga saya, kan nggak enak, ya dibacanya. Jadi, sebagai blogger yang baik, mari kita permudah pengalaman user dengan meresmikan nama keluarga yang Bunda Rima bernaung di dalamnya: Keluarga Al Fatih (tok tok tok)!

Keluarga Al Fatih terdiri atas:

1. Ayah yang bernama Mohammad Fatih Fuaduddin. Keturunan Sunda, Jawa, dan Sumatra Selatan. Kepala keluarga Al Fatih. Dari namanyalah Umar terinspirasi memberi nama keluarga kami wkwkw. Ayah Fatih lahir pada tanggal 6 Juni 1988 di Jakarta dan sampai saat ini bekerja sebagai desainer grafis di sebuah organisasi swasta. Tipe kepribadiannya ISTP jadi hidupnya ya nggak neko-neko (kalau mau pakai mindset positif) atau gitu-gitu aja (kalau kata orang-orang yang pikirannya negatif melulu). Orangnya punya pengetahuan agama yang luas, sayangnya nggak diseriusin sampai S3. LOL. Dia sebagai ISTP juga sangat cekatan dalam menangani keonaran-keonaran yang dilakukan oleh duo ADHD di rumah keluarga Al Fatih (siapa lagi kalau bukan si Umar dan Zaid). Zaid kunci diri di kamar lalu bobo di kamar nggak mau keluar-keluar, Ayah bisa buka kuncinya dari luar dengan teknik Mission Impossible. Umar beli lego tapi nggak sanggup nyusun sendiri legonya karena motorik halusnya nggak bagus, Ayah bisa bantu susun legonya sampai jadi. Sesungguhnya jika tidak punya suami ISTP seperti Ayah Fatih, Bunda Rima juga tidak paham bagaimana caranya bertahan menghadapi dua anak hiperaktif plus 1 bayi newborn. Alhamdulillaah, qodarullaah, bi'idznillaah, suami Bunda Rima punya tangan cekatan seperti Tom Cruise di film Mission Impossible.

2. Bunda yang bernama Rima Muryantina Hutagalung (Iye, bapak saya orang Batak, ibu saya orang Jawa. Saya Boru Hutagalung). Lahir di Jakarta tanggal 10 Oktober 1988. Saya sekarang ini berprofesi jadi ibu rumah tangga, tapi lagi mau jadi penulis wannabe juga. Sudah punya tiga buku yang diterbitkan (1 dari penerbit mayor, 2 dari penerbit indie). Belum terkenal-terkenal banget, makanya beli dong buku-bukunya! (wkwkwkw). Selama 12 tahun sejak diwisuda dari Universitas Indonesia tahun 2010, Bunda Rima sudah pindah-pindah pekerjaan tapi lingkungan kerjanya nggak jauh-jauh dari media atau dunia pendidikan. Yang paling diingat orang-orang mungkin saya pernah jadi dosen di Universitas Al Azhar Indonesia dan UIN Syarif Hidayatullah karena mahasiswa-mahasiswi saya banyak yang ingat saya (terharu...). Cuma ya sekarang, sudahlah. Mau jadi penulis saja. Soalnya cuma ini pekerjaan yang bisa dilakukan sambil nyambi jagain 2 anak hiperaktif dan 1 newborn. Ini saja ku di sela-sela begadang menyusui menyempatkan diri menulis postingan untuk blog ini. Huhuhuhu... Kepribadian Bunda Rima ini INFJ. Jadi pas pertama kali kenal, pasti mikirnya Bunda Rima ini pendiam, penyabar, dan agak cengeng (ya emang benar). Tapi ada sisi lain juga dari Bunda Rima yang galak, pendendam, dan bisa tiba-tiba jadi rasional dan logis banget dan nggak ada perasa-perasanya sama sekali (biasanya ini kalau sudah dihadapkan dengan situasi-situasi serius. Wkwkwkw). Bunda Rima masih punya kekurangan sebagai bunda 3 anak, tapi dia berusaha semaksimal mungkin untuk terus memperbaiki diri tiap harinya. Semangaaat emak-emak yang bernasib samaa!

3. Abdullah Umar Usman. Alias Umar. Lahir tanggal 18 Agustus 2016 di Rumah Sakit Asih, Jakarta (eh udah merger sama RS lain ya, doski. Jadi hilang deh lokasi bersejarah tempat si Umar lahir. Huaaa huaaa huaaa). Satu-satunya anak Bunda Rima yang lahir dengan persalinan normal (tapi pakai induksi). Tipe kepribadiannya ENFP. Heboh. Banget. Udah gitu resmi didiagnosis ADHD dan faktor risiko disleksia pula. Alhamdulillaah Bunda Rima yang pernah belajar psikolinguistik waktu kuliah bisa tahu ciri-ciri speech yang dikeluarkan Umar tidak wajar untuk perkembangan anak seusianya dan hiperaktivitasnya juga sangat tidak wajar, jadi ya tidak telat dibawa ke dokter. Sebelum masuk SD dia sudah dinyatakan lulus terapi dan cuma perlu pendampingan saja. Sekarang sudah bahagia dengan kesehariannya di SDIT An Nahl Pamulang. Hobi Umar menggambar tapi cita-citanya mau jadi paleontolog ATAU dokter gigi dan ustadz.

4. Zaid Ali Abdurrahman. Alias Zaid. Lahir pada tanggal 11 April 2018 di RS Muhammadiyah, Taman Puring, Jakarta. Ini adalah anak yang pertama kali saya lahirkan dengan cara SC. Dari dalam kandungan dia sudah masuk kategori bayi besar. Sampai usia 40 minggu, dia nggak mau keluar dan sudah 4kg. Jadi dokter waktu itu langsung suruh SC. Zaid didiagnosis ADHD tipe inatentif atau yang dikenal dengan Attention Deficit Disorder (ADD). Sekarang dia sedang terapi di Klinik ASA, Serpong dan les privat dengan Miss Dian untuk melatih kosakata dan kemampuan menggambarnya. Beda dengan kakaknya yang chatty, Zaid belum lancar bicara. Mohon doanya, ya, teman-teman semoga Zaid bisa cepat lancar bicara. Zaid suka makanan, berbagai macam kendaraan (baik mainan maupun kendaraan beneran), coret-coret abstrak, main air, dan main bola. Dia belum pernah mengekspresikan ingin jadi apa tapi dia anaknya nampaknya lebih simple daripada Umar. Sukanya hal-hal kekinian yang dia temukan sehari-hari. Kalau Umar kan sukanya dinosaurus dan sejarah. Hehe. Tipe kepribadian Zaid sepertinya sih INTP tapi kadang kok sensitif juga, ya seperti INFP. Ya, namanya anak-anak kan belum kelihatan jelas ya, kepribadiannya. Cuma si Umar aja tuh yang dari kecil sudah terlihat jelas ENFP.

5. Salman Said Abdullatif. Anak bungsu keluarga Al Fatih, Insyaa Allah karena Bunda Rima sudah disteril karena faktor kesehatan (pas hamil Salman tiba-tiba jadi diabetes plus udah 2x SC jadi rahimnya sudah tipis, ya... Usia juga sudah 34 jadi kalau hamil lagi kemungkinan di atas 35 jadi risikonya tinggi). Lahir pada tanggal 31 Oktober 2022 di RS Permata Pamulang. Salman ini anggota keluarga Al Fatih satu-satunya yang lahir di Tangerang Selatan. Soalnya sebelumnya Bunda Rima selalu melahirkan di Jakarta supaya saat dan setelah melahirkan bisa dapat dukungan dari Mbah Prof Arie alias mamanya Bunda Rima. Qodarullaah Mbah Prof Arie sudah meninggal tahun 2021 lalu, jadi Bunda Rima pikir ya ngapain lah melahirkan di Jakarta lagi. Mending yang dekat rumah di Pamulang. Lebih efisien dekat rumah. Toh karena ini pertama kali melahirkan pasca pandemi, jadi baru sekali ini nih dapat peraturan RS strict 'emak melahirkan nggak boleh dikunjungi kecuali oleh pendamping.' Anak-anak juga sudah banyak kesibukan jadi nggak bisa diajak menginap di rumah Opungnya di Kebayoran. Wkwkwk. Salman sejauh ini anaknya Bunda Rima yang tidak menunjukkan gejala hiperaktif (mudah-mudahan kali ini normal, ya. Aamiin). Sampai saat ini, ya Salman-lah yang membuat Bunda Rima jadi begadang dan memanfaatkan waktu begadang untuk menulis blog karena Salman masih menyusui. :)) 

Demikianlah perkenalan kelima anggota keluarga Al Fatih. Untuk postingan-postingan selanjutnya, tentu Bunda Rima akan menulis tentang suka duka yang dijalani oleh keluarga ini sehari-hari. Kebayang nggak, sih, serunya kami menjaga 2 anak hiperaktif plus 1 newborn!? (Sok seru aja sih wkwkwkw). Semoga cerita-cerita dan informasi dari kami mengenai parenting anak-anak ADHD bisa bermanfaat untuk sesama orang tua dan anak-anak yang mengalami kasus serupa maupun yang sekedar ingin berempati dengan kita-kita karena orang-orang terdekatnya memiliki diagnosis yang sama. 

Happy blog reading, guys! Jangan lupa beli bukunya Bunda Rima yang judulnya Rudi Temanku. Ini cerita tentang anak istimewa dari sudut pandang kucing peliharaaannya. Buku Rudi Temanku bisa dibeli langsung di Bunda Rima di 082111292540. Harga Rp65.000. Bisa pesan juga di Instagram penerbitnya: @inshanmedia dan di Tokopedia Inshan Books Official Store. 

Jangan lupa juga beli buku Allah Melihat Amal Perbuatan Kita. Bisa beli di Bunda Rima (082111292540) dengan harga Rp74.250. Bisa juga beli di Instagram @penerbitkanak atau Shoppee Penerbit Kanak Official Shop.

Sampai jumpa di blog post berikutnyaaa!

#ADHD #autism #mentalhealth #anxiety #adhdawareness #asd #add #adhdproblems #depression #autismawareness #adhdlife #mentalhealthawareness #neurodiversity #specialneeds #adhdsupport #dyslexia #adhdparenting #adhdbrain #neurodivergent #parenting #adhdmemes #ptsd #adhdwomen #adhdisreal #downsyndrome #aspergers #ocd #love #adultadhd #adhdmom

Komentar